Minggu, 06 September 2015

#DOODLEArt

Hey Guys it's great day... baru - baru ini aku lagi demen- demennya nge-doodle he he he...
udah tau doodle kan... yeah kalau belum tau search aja di internet mulai sejarahnya dll nya... karena disini aku cuma mau ngeshare hasil ngedoodle ku dan ini dia..
nah yang ini ni aku buat pas dies natalisnya fakultas mipa yang ke 8 universitas mataram...
 kalau yang ini sih pas iseng - iseng ga ada kerjaan....he he he :P
 nah yang ini nih yang cuma pake pensil....
sampai di sini dulu ya nge - doodlenya lain kali kalu udah ada lg yang baru aku share deh.....
for more my doodle art result follow me on instagram Sirodjudin7.

Rabu, 28 Januari 2015

Film Adaptasi Novel 2015

Film Adaptasi Novel 2015


The Fault in Our Stars, The Maze Runner, The Giver, Divergent, Gone Girl, The Best of Me, The Imitation Game, sampai The Hunger Games: Mockingjay Part 1. Semua film 2014 itu punya satu kesamaan utama: diadaptasi dari novel.

Sebelumnya, ada film seperti Eragon, Twilight Saga, Harry Potter, serta Lord of the Rings yang kisahnya juga didapat dari novel.

Semakin tahun, semakin banyak film yang diangkat dari karya penulisan. Di Indonesia sendiri ada 5 CM, Perahu Kertas, Negeri 5 Menara, Ronggeng Dukuh Paruk, Madre, Jomblo, Test Pack, Dealova, Remember When, Refrain, sampai Supernova.

Tahun 2015 mendatang, masih ada beberapa film yang bakal muncul di layar lebar, dan diadaptasi juga dari buku. Mengutip All Women Stalk, berikut daftar 10 film 2015 yang diadaptasi dari buku.

50 Shades of Grey

Sejak tahun 2014, film itu sudah menjadi perbincangan. Sebab, novel itu bertabur kisah romantis dan vulgar. Teaser film itu saja menggoda dengan gambar perempuan menggigit bibir.

Dari 50 Shades of Grey, filmnya menjadi berjudul Fifty Shades of Grey. Dibintangi Jamie Dornan dan Dakota Johnson, film itu dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 13 Februari 2015.

Insurgent

Setelah tahun 20 14 lalu sukses dengan Divergent, 2015 waktunya Insurgent. Shailene Woodley dan Theo James masih akan membintangi di film sekuel yang diangkat dari novel karya Veronica Roth itu.

Jika sesuai bukunya, Insurgent akan lebih dipenuhi aksi laga ketimbang film sebelumnya. Akan ada aksi kabur dan melawan kaum jahat Erudite, serta perjuangan mencari tahu potongan masa lalu.

Studio Linos Gate berencana memberi sentuhan akhir yang berbeda pada film. Film itu dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 20 Maret 2015.

The Jungle Book

Disney sudah pernah membuat versi animasi dari buku The Jungle Book. Cerita soal anak yang hidup di hutan dan berkawan dengan serigala. Tapi, itu sudah sangat lama sekali. Ada memang beberapa lanjutannya, dan terakhir tahun 2013.

Buku karya Rudyard Kipling itu akan dibuat versi barunya, dibintangi Scarlett Johansson, Idris Elba, dan Bill Murray. Film itu dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat, 9 Oktober 2015.

Pride and Prejudice and Zombies

Buku klasik karya Jane Austen dan Seth Grahame-Smith itu juga akan dibawa ke layar lebar. Jelas berbeda dengan kisah Pride and Prejudice yang amat romantis di tahun 1995 dan 2005.

Buku memang masih berisi kisah cinta, tentang mereka yang berasal dari dua status sosial berbeda. Tapi kali ini, penghalang utama kisah cinta mereka adalah sepasukan zombie.

Film yang dibintangi Lily James, Lena Headey, dan Matt Smith itu belum ada jadwal tayang pasti.

Frankenstein

Cerita Frankenstein tampaknya tak pernah mati. Kisah sosok seram klasik dari buku Mary Shelley itu sudah difilmkan sejak 1931. Versi terbarunya, menampilkan Daniel Radcliffe dan James McAvoy.

Film itu juga belum bisa dipastikan jadwal tayangnya. Yang jelas, penonton berharap film itu bakal membawa perbedaan dari sebelumnya.

The Hunger Games: Mockingjay Part 2

Akhirnya, akhir dari kisah Katniss Everdeen dan Peeta Mellark bisa diketahui. Film itu pasti ditunggu-tunggu penggemarnya. Bahkan sejak kini, setelah Mockingjay Part 1 menghentak bioskop.

Orang-orang yang sudah membaca buku terakhir dari trilogi karya Suzanne Collins memberi peringatan pada mereka yang hanya tertarik pada filmnya, untuk siap-siap menangis saat meninggalkan bioskop.

Ditambah lagi, film itu juga bakal lebih banyak aksi laga ketimbang Mockingjay Part 1. Film itu dijadwalkan mulai tayang di Amerika Serikat pada 20 November 2015.

The Scorpio Races

Salah satu buku laris di Amerika itu akhirnya diangkat juga ke layar lebar. Lagi-lagi film distopia, yang menampilkan dunia fiktif dengan teror di dalamnya, seperti The Hunger Games dan The Maze Runner.

The Scorpio Races mengisahkan balapan penunggang kuda tahunan. Balapan itu bukan hanya dilakukan di air, tetapi juga disertai banyak teror yang tak membuat semua peserta keluar hidup-hidup. Sayang, belum ada jadwal tayang pasti untuk film itu.

“ Bintang di Atas Alhambra, Mimpi yang Menjadi Kenyataan Karena Adanya Kesungguhan”

“ Bintang di Atas Alhambra, Mimpi yang Menjadi Kenyataan Karena Adanya Kesungguhan”


Identitas novel
Judul               : Bintang di Atas Alhambra
Penulis             : Ang Zen ( nama pena dari Zezen Zaenal Mutaqin)
Penyunting      : Mahfud Ikhwan
Penerbit           : Bunyan (PT. Bentang Pustaka)
Kota terbit       : Yogyakarta
Tahun terbit     : 2013
Cetakan           : Cetakan pertama
Deskripsi fisik :  358 hal, 19 cm
ISBN               : 978-602-7888-86-9
Jenis novel       : Fiksi
Sinopsis novel
Sekilas dilihat dari judulnya “ Bintang di Atas Alhambra” kebanyakan dari kita pasti akan membayangkan bahwa novel ini tidak akan jauh beda dari novel “99 Cahaya di Langit Eropa”, karena ada sebagian setting yang memang hampir sama yaitu Spanyol. Namun, setelah di baca dengan seksama, novel ini  memiliki cirri khas tersendiri.  Secara garis besar novel ini bercerita tentang arti penting sebuah mimpi karena “ Masa depan adalah mimpi yang dimenangkan” ,     Iip Muhammad Syarip , merupakan karakter utama yang merupakan anak ingusan yang berasal dari keluarga keturunan kiai. Sang ayah menginginkan Iip menjadi seorang kiai dan mendirikan sebuah pondok pesantren  di kampungnya yang merupakan cita – cita sang kakek. Selepas lulus dari sekolah dasar Iip dikirim Orang tuanya ke salah satu pesantren Salafiyah ( tradisional) di Karangtawang, namun disamping nyantri Iip tetap melanjutkan sekolah formalnya melalui sebuah MTs – setingkat SMP. Nah, dari sini dapat dilihat bahwa alur cerita ini hampir sama dengan novel “ negeri 5 menara” , namun perbedaannya karakter Iip di sini nyantri disebuah pesantren tradisional yang identik dengan kitab kuningnya , para santri biasanya memakai sarung dan kopyah , di sebagian besar pesantren salaf santri memasak makanan sendiri dan kemudian makan bersama dalam sebuah nampan atau daun pisang. Sedangkan dalam novel “ negeri 5 menara “ karakter Alif nyantri di pesantren modern “ Madani” ( Gontor) yang tidak hanya mempelajari kitab kuning tapi juga kitab putih seperti pelajaran di sekolah umum lainnya, paa santri tidak lagi mhanya memakia sarung dan kopyah tapi juga jaz, celana panjang dll. Bedanya lagi, Iip nyantri dengan kerelaan hatinya sedangkan Alif nyantri dengan sedikit keterpaksaan hati.  Dari pesantren tradisional inilah Iip mulai merajut dan memupuk setiap mimpi – mimpinya, suatu malam dilantai 2 asrama pesantren Iip duduk sendiri merenung tentang kata – kata motivasi kakak kelasnya yang terlebih dahulu sukses (  bab Jimat sang alumnus) “ Syarat sebuah kesuksesan hanya satu : kita harus punya mimpi. Tak perlu takut bermimpi setinggi langit. Lihat bintang terang diatas. Tataplah bintang – bintang dan bisikkan mimpi kalian !”. Kakak kelasnya itu akhirnya memotivasinya untuk benar – benar mewujudkan mimpinya, pada bintang salib selatan atau Crux, Iip menyebutnya bintang layang – layang , pada bintang itulah Iip kecil membisikkan mimpinya.
Selepas lulus MTs, Iip melanjutkan    nyantri di sebuah pesantren di daerah Cidewa, oleh karena itu Iip menyebut pimpinan pesantren ini dengan sebutan “ Kiai cidewa”. Kiai Cidewa merupakan sosok yang moderat , beliau ini tidak hanya fasih berbahasa arab, tapi juga bahasa inggris dll. Berikut beberapa   quotes dari sang kiai :
“ Kita harus cinta segala ilmu. Hiasilah kecintaan kepada ilmu itu dengan budi suci, dengan moral dan kesalehan agama, dengan akhlak yang mulia.”
“ Knowledge is power but character is more !”
“ Jangan kalian alergi buku , apalagi alergi ilmu atau alergi pemikiran. Semua harus dibaca dan dipelajari.”
“ Mengkritik tanpa sebuah pemahaman yang benar hanya akan berujung pada usaha sia – sia. Karena itu , jangan sekali – sekali alergi pada suatu disiplin ilmu atau pemikiran sekalipun pemikiran itu tidak kita sepakati.”
“ Jadilah muslim  moderat, mukmin democrat, muhsin diplomat “
Bertahun – tahun   kemudian , setelah Iip menggantungkan mimpi – mimpinya pada bintang layang – layang, kini akhirnya dia dapat mewujudkan salah satu mimpinya kuliah di luar negeri tepatnya Australia, sebenarnya Australia bukanlah merupakan tempat yang diimpikannya, namun  “ Mimpi selalu seperti itu. Ia tidak sepenuhnya terwujud atau malah perlahan terwujud melalui beragam jalan”.  Iip kuliah di bidang hukum internasional, fakultas Hukum University of Melbourne. Selama kuliah di sana dia membawa serta istrinya “ Mira Asmarandana” istrinya merupakan sosok yang sabar, tidak cemburuan dan keibuan. Kelak  anak pertamanya lahir disana juga dengan nama “Amartya” nama ini diambil dari seorang ekonom India “ Amartya Kumar Sen” yang berkarir di Inggri dan Amerika. Di University of Melbourne, dia berjumpa dengan “ Lisa Gomez” gadis Santiago, Chile berdarah Spanyol ( Hispanic) , Lisa merupakan sesosok gadis yang Cantik dan Cerdas, dia telah banyak berkelana seperti ke Moskwa ( Rusia) dan Taiwan yang ternyata ini dilakukannya selepas ia putus hubungan dengan pacarnya di Chile, ia berada dalam jurusan yang sama dengan Iip bedanya Iip melanjutkan sekolah ke Australia atas biaya pemerintah Australia ( Ausaid) sedangkan Lisa kuliah di Australia berkat biaya pemerintah Chile. Persahabatan mereka terus terjalin dengan sangat baik, meskipun berbeda agama , budaya dan latar belakang, mereka dapat menjalin sebuah pershabatan yang solid, disini penulis secara tidak langsung mengamanatkan bahwa “ Perbedaan itu sungguh indah dan bukan merupakan sebuah halangan untuk saling bekerja sama”. Kedua sosok ini mempunyai ketertarikan yang sangat besar pada Spanyol, Iip begitu tertarik dengan Spanyol lantaran sejak dari pesantren kiai cidewa selalu merujuk pada Spanyol sebagai salah satu peradaban maju islam, kota – kota seperti Granada, Sevilla merupakan salah dua dari sekian banyak peninggalannya. Sedangkan Lisa  begitu tertarik dengan Spanyol karena nenek moyangya berasal dari sana tepatnya Granada. Suatu ketika mereka akhirnya dapat mewujudkan mimpi mereka berziarah ke Spanyol.  Berkat beasiswa sekolah musim panas bagi aktivis muda Indonesia dari Belanda Iip mendapatkan kesempatan kuliah di University of Utrech dan University of Leiden selama 1 semester, di tengah    keputusasaan Iip untuk bisa berkeliling Eropa, akhirnya dia mendapat  tentang beasiswa itu dari temannya, satu quotes yang paling saya ingat adalah “ Yakinlah setiap Usaha akan berbuah hasil.” Lisa juga mendapat kesempatan yang sama untuk bisa kuliah di Eropa pada musim panas itu, namun kampus pilihannya berbeda dengan Iip.
Berpetualang ke Spanyol, merupakan bagian yang paling menarik dan seru dari novel ini, di akhir masa studi Iip dan Lisa, mereka ingin mewujudkan mimpi yang telah mereka janjikan dulu. Kota – kota yang mereka kunjungi diantaranya Sevilla, Granada dan Cordoba, sebenarnya masih ada satu kota lagi yang masuk daftar kunjungan atas saran Lisa yaitu Santiago de Compostela, namun tidak jadi. Granada merupakn salah satu kota peninggalan peradaban umat muslim di spanyol disini berdiri megah Istana Alhambra yang sering di sebut juga dengan “ Istana Merah’’, sedangkan Santiago de Compostela menurut penuturan Lisa merupakan kota tempat peziarahan umat Kristen pada abad pertengahan, kota ini konon tempat dimakamkannya Saint james ( santo yakobus) yang merupakan murid kedua belas dari Yesus Kristus.
Yang menjadi pertanyaan saya sampai sekarang adalah kenapa harus cewek temen perjalanannya Ang..?? nah mungkin ini salah satu keunikan penulis yang tidak ingin ceritanya monoton dan bumbu – bumbu seperti ini sangat cocok  untuk membuat cerita lebih komunikatif dan ekspresif.
Pemakain Bahasa
Dari segi pemakaian bahasa Ang Zen cenderung menggunakan bahasa yang cukup mudah dimengerti dan syarat dengan kata – kata ilmiah hampir mirip dengan Andrea Hirata seperti kutipan berikut ini,
 “Hidup adalah kesunyian nasib masing – masing.
Hidup adalah kesetiaan pada proses.
Manusia tidak boleh ditaklukan oleh nasib !
Usaha dan keuletan bisa mengalahkan jalan Tuhan !”
“Manusia  adalah mahkluk yang esistensinya ada mendahului esensinya, sedangkan esensi benda ada sebelum menjelma dalam kenyataan.”
“ Ukuran beradab atau tidaknya suatu bangsa dapat dilihat dari tegak atau tidaknya hukum”
“ Who had a beauty too much more than Human ? Oh, where are the snows of yesteryear !”              ( Francois Villon)
“ Dieu et mon droit , Honi soit qui mat y pense._-> Tuhan dan Hakku, Mereka yang berpikir jahat akan dipermalukan.”
“Bellum omnium, contro omnes> perang semua lawan semua.”
“Panta rhei, everything flows”  (Heraklitos)
Latar belakang pendidikan hukum nampaknya sangat mempengaruhi gaya penulisannya.
Alur atau plot dalam novel ini maju – mundur atau Flashback, dalam permulaan novel ini penulis menceritakan tentang pesan seorang tua yang bernama Paulo pada Iip untuk menceritakan pada orang laintentang bagaimana impian Iip menjadi kenyataan, yang kelak di akhir novel ini pesan dari Paulo tersebut sebenarnya pesan dai Lisa berikut bagian kutipan surat yang diserahkan Lisa pada Iip atas nama Paulo :
“ Harta karun kehidupan berada dibawah reruntuhan rumah tua tempat sang penggembala memulai petualangan, bukan dibalik piramida. Dan , mimpi terindahmu tersimpan dibalik bebatuan sungai kehidupan ditanah kelahiranmu.”
 Dalam permulaan novel ini, penulis memaparkan latar belakang dan motivasi dari penulisan novelnya yang tak lain di sarankan oleh Sahabatnya. Dan gaya penulisan seperti merupakan cirri khas penulis yang tidak dimiliki penulis – penulis lain
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Kelebihan novel ini sangatlah banyak seperti yang di uraikan diatas mulai dari gaya penulisan yang ilmiah, alur flashback yang mengantarkan pembaca untuk lebih jeli. Selain itu dari novel ini kita bisa belajar banyak sejarah islam, tentang betapa majunya peradaban islam dan belajar banyak sejarah lainnya seperti asal usul nama kota Santiago dll. Kekurangan novel ini terletak pada penulisan daftar isi yang tidak disertai halaman, mungkin juga maksud penulis agar pembaca benar – benar membaca dari awal karena setiap kisah saling berhubungan.


Pesan Moral
Ø  Bermimpilah karena mimpi itu gratis, akan ada jalan jika sungguh – sungguh menginginkan sesuatu. Bermimpilah dan wujudkan mimpi itu siapapun anda, apapun latar belakang pendidikan anda, apakah dari sekolah yang biasa – biasa saja, anda berhak untuk menjadi oarng sukses.
Ø  Perbedaan itu penting, jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang, dan jangan meremehkan arti penting seorang sahabat.
Ø  Jangan sekali – kali melupakan sejarah
Ø  Belajarlah segala disiplin ilmu baik ilmu umum maupun ilmu agama

Kesimpulan
Novel ini sangat cocok dibaca untuk semua kalangan, terutama untuk mahasiswa yang berlatar pendidikan pesantren atau madrasah yang ingin mewujudkan mimpi – mimpinya dalan kehidupan nyata dan tentunya buat scholarsip hunter. Serta untuk para pecinta sejarah (islam khususnya) very recommended novel. Inspiratif !

Note :
 Beberapa quote’s  dari novel “Bintang di Atas Alhambra”
Ø  “ Sekali bermimpi bersiap – siaolah untuk hal – hal mengejutkan. Kadang mimpi itu menjelma lebih cepat dari dugaan kita.”
Ø  “ Cintailah segala ilmu pengetahuan , tidak membeda – bedakan ilmu umu atau ilmu agama. Semua ilmu itu datangnya dari Alloh SWT. Tujuannya sama , yakni mengetahui tanda – tanda kebesaran Alloh SWT, agar manusia semakin beriman. Ilmu pengetahuan berusaha mengetahui tanda – tanda alam dan kebesaran Alloh SWT dengan menafsirkan alam atau ayat kauniyah. Sementara iman atau agama berusha mengungkap kebesaran Alloh SWT dengan membedah ayat – ayat yang tersurat , ayat qauliyah, ayat – ayat yang dilafalkan oleh para Nabi.”
Ø  “Selalu ada akhir yang kadan getir pada setiap petualangan yang berakhir. Kenangan selalu indah karena ada perpisahan. Kerinduan selalu menyelinap karena pernah ada kebersamaan.”
Ø  “ Selalu harus ada pulang ketika kita dahulu pergi”
Ø  “ Setiap saat adalah waktu untuk pembelajaran dan kemajuan. Hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin. Meski dengan langkah kecil dan tertatih hidup harus terus maju.”